Sekiranya kita membuka mata dan melakukan beberapa penelitian maka kita akan dapati bahwa pengangguran dan kemiskinan di indonesia hingga saat ini masih merupakan masalah besar yang belum bisa terpecahkan. Menurut data BPS bulan Agustus 2010, jumlah pengangguran terbuka tercatat sebanyak 8,32 juta orang (7,14 %) dari total angkatan kerja sekitar 116,53 juta orang,Dari jumlah 8,32 juta orang penganggur tersebut sebagian besar berada di pedesaan. Jika di lihat dari latar belakang pendidikan para penganggur tersebut 3,81% berpendidikan SD ke bawah 7,4% berpendidikan SLTP,11,9% berpendidikan SMU 11,87% berpendidikan SMK, 12,7% berpendidikan Diploma, dan 11,92 berpendidikan Sarjana (Sumber BPS Tahun 2010).

Berdasarkan lapangan pekerjaan utama yang di identifikasi, pada umumnya penduduk yang bekerja lebih mengandalkan bekerja sebagai karyawan atau bekerja sebagai karyawan /buruh tidak tetap Dari 108,2 juta orang yang bekerja pada bulan Agustus 2010, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh /karyawan 32,5 juta orang (30,05%), diikuti berusaha di bantu buruh tidak tetap sebesar 21,7 juta orang (20,04%), dan berusaha sendiri sejumlah 21,0 juta orang(19,44%) sedangkan yang terkecil adalah berusaha di bantu buruh tetap sebesar 3,3 juta orang (3,01%) Sementara itu, jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di indonesia pada bulan Maret 2010sebesar 31,02 juta orang(13,33%).

Berdasarkan  data dinas kependudukan dan catatan sipil tahun 2011 di Kabupaten Cianjur jumlah penduduk kabupaten cianjur sekitar 2,471.143 juta orang:

Usia  0  –  16   Tahun   :727.177    Orang

Usia 17 –  30   Tahun   :653.227    Orang

Usia 31 – 130 Tahun   :1.090 739  Orang

Cianjur dikenal dan lekat dengan pameo (berasal) ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan keagamaan. Mamaos adalah pencerminan kehidupan budaya daerah dimana seni mamaos Tembang Sunda Cianjuran berbibit buit (berasal ) dari tatar Cianjur. Sedangkan maenpo adalah seni beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni beladiri Pencak Silat,serta penganan makanan dan kerajinan  khas cianjur yang telah dikenal di kenal ke berbagai daerah di nusantara.

Luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 km2 dengan Lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%. Data tenaga kerja yang bekerja di luar negeri sebagai TKI/TKW dari kab Cianjur termasuk pengirim yang cukup tinggi sebagai pekerja pada sektor informal.

Di sisi lain Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunananya bertumpu pada sektor pertanian, parawisata dan kebudayaan yang masih terjaga keasliaanya, potensi kerajinan tangan ,penganan makanan khas Cianjur yang masih kurang di berdayakan oleh masyarakat. Cianjur merupakan salah satu daerah swa-sembada padi/beras pandanwangi yang telah di kenal luas masyarakat indonesia . Produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal di seluruh wilayah Cianjur. Dan setiap hari belasan ton sayur mayur dipasok ke pasar dan Mall – Mall di Jabodetabek. Hal ini menunjukkan masih banyak hal yang harus bisa di kembangkan oleh masyarakat untuk di kembangkan menjadi setra sentra usaha masyarakat.

Sebagai bahan gambaran umum dalam pengkajian permasalahan kondisi di lingkungan YPI Assa’idiyyah pada saat ini dan kedepan, dapat ditinjau dan dibedakan dari beberapa aspek:

1. Lingkungan Geografis

YPI Assa’idiyyah terletak di Jalan Raya Cipanas No. 100/12 Cipnas Ciajur yang tepatnya berada di tengah pemukiman Kampung Babakan Situ Cipanas, 500 meter ke Kantor Kecamatan, 18 Km ke Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur dan Kantor Pemda dan 83 Km ke Ibu Kota Provinsi jawa barat. Disamping itu berada pada ketinggian 1.600 M dari permukaan laut degan suhu udara rata-rata 250C, dingin dan menyegarkan.

2. Lingkungan Pendidikan

Dilihat dari lembaga pendidikan formal yang ada, YPI Assa’idiyyah Cipanas berada dalam lingkungan pendidikan formal yang memadai, walaupun begitu pemerataan yang belajar tingkat pendidikan formal belumlah merata masih banyak yang berhenti ditengah jalan oleh karena factor ekonomi, kurangnya minat dll.

3. Lingkungan Sosial Ekonomi

Sebagai daerah wisata, penduduk Kecamatan Cipanas dan sekitar sangat heterogen, terdiri dari beragam etnis, budaya dan agama.Mayoritas penduduk Kecamatan Cipanas adalah pemeluk agama Islam.Adapun keadaan ekonomi masyarakat pada umumnya adalah petani sayuran, bunga dan pedagang. Sedangkan pemilik hotel, real estate, bungalow dan sebagainya adalah orang –orang beradal dari Jakarta sehingga keadaan ekonomi orang tua siswa YPI Assa’idiyyah pun bervariasi, dan yang paling dominan adalah golongan ekonomi menengah ke bawah.

4. Lingkungan Seni dan Budaya

Beberapa tahun yang lalu (dua puluh tahun) tatakrama, seni dan budaya masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Cipanas, Pacet dan Sukaresmi masih Nampak dalam kehidupan keseharian, sehingga sebutan kota Cianjur sebagai kota santri kesundaan pun dapat dilihat baik pada golongan orang tua, pemuda maupun anak – anak. Namun sesuai dengan dinamika kehidupan yang terus berubah dengan pesat terutama dari pengaruh seni budaya dinamika kehidupan yang harus berubah dengan pesat terutama dari pengaruh seni budaya non Islami, maka sebutan budaya sunda dan kota santri kota Cianjur pun semakin pudar.

Pembangunan masyarakat bermartabat merupakan perwujudan dan cita-cita luhur bangsa dan Negara, yaitu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.Pembangunan merupakan rangkaian usaha mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara terencana dan sadar yang ditempuh oleh suatu Negara bangsa menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa. Dalam pembangunan global dewasa ini, wacana tentang pembangunan berkelanjutan sebagai sebuah paradigma alternatif menurut pembangunan berkelanjutan senantiasa menjadi bagian pembahasan yang penting.

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk mengubah dan membentuk kehidupan masyarakat. Pemberdayaan akan meningkatkan kemampuan anggota masyarakatnya agar dapat mengarahkan, mengendalikan, membentuk dan mengelola hidupnya. Pemberdayaan masyarakat juga akan meningkatkan kemampuan seseorang untuk dapat mengelola hidupnya secara mandiri sebaga iindikator pemberdayaan meliputi kemampuan:

i.) Memahami masalah,

ii). Menilai tujuan hidupnya,

iii). Membentuk strategi,

iv). Mengelola sumber daya,

v). bertindak dan berbuat.

RB3 YPI Assai’idiyyah akan selalu mengupayakan pembangunan masyarakat dengan suatu proses yang berkelanjutan dengan pendekatan holistik atau menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kemudian menerapkan pemberdayaan yang berpengaruh, melibatkan, dan mendidik; menjamin keseimbangan lingkungan; memastikan keberlanjutan/kebertahanan, dan menggunakan kemitraan untuk membuka akses untuk sumber daya dan Bantuan. Kami bersyukur terhadap Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat yang menerapkan kerangka kerja Aksara Membangun Peradaban dengan menerapkan  lima misi kerja Kementerian Pendidikan Nasional yaitu :

  • Ketersediaan,
  • Keterjangkauan,
  • dan peningkatan Kualitas serta
  • misi Kesetaraan pendidikan yang nondiskriminatif dan
  • Keterjaminan memperoleh layanan pendidikan.

Program-program RB3 YPI Assa’idiyyah akan selalu selalu mengikuti Program KEMENDIKBUD diantaranya program aksara membangun peradaban antara lain pendidikan keaksaraan, Penguatan dan Rintisan Balai Belajar Bersama, pendidikan pemberdayaan perempuan dan anak, pengarusutamaan gender, peningkatan budaya baca masyarakat serta penguatan kelembagaan pendidikan masyarakat. Pelaksanaan progam-program pendidikan masyarakat tersebut perlu terus dikembangkan dan diperbaharui, melalui pemikiran kreatif dan inovatif, khususnya dalam diversifikasi layanan yang berpihak pada keluasan dan keragaman cakupan sasaran dengan menerapkan unsur-unsur pemberdayaan masyarakat berikut:

  • Swa manajemen (self managed)
  • Lingkungan sepanjang hayat
  • Menghargai norma, nilai dan budaya
  • Program berbasis kebutuhan
  • Masyarakat berperan dalam pengendalian dan pengawasan program
  • Pemberdayaan sebagai ciri utama
  • Berakar pada nilai-nilai sosial
  • Berbasis pengalaman
  • Partisipatif dan demokratis
  • Berbasis kecakapan hidup

Puji Syukur kepada Allah SWT program-program kemasyarakatan yang positif dan bermanfaat ini dapat dukungan yang penuh dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat sehingga  pemberdayaan masyarakat sebagaimana digambarkan di atas terdapat dilaksanakan dengan kerjasama kemitraan dan ketersediaan lembaga masyarakat yang memadai. Oleh karena itu, berbagai program pemberdayaan masyarakat tersebut secara simultan disertai dengan beberapa layanan kemitraan dan penguatan kelembagaan pendidikan masyarakat.